TAKAFUL = Asuransi Pertama dan Terbaik Syariah

Makin Muda, Makin Murah


VIVAnews - Secara perlahan, industri asuransi semakin tumbuh dan bergairah di Indonesia. Bukan hanya dari aset dan premi, jumlah perusahaan asuransi juga mencapai sekitar 150 perusahaan dengan ratusan kantor cabang dan ribuan agen.

Namun, tak bisa dipungkiri kebanyakan masyarakat masih enggan membeli produk asuransi. Banyak alasan yang melatarbelakangi. Mulai dari belum paham, enggan membayar premi, prosedur ribet, susah mengajukan klaim dan tentu saja belum ada anggaran.

Padahal, kata Ketua Departemen Pelatihan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Eddy K.A Berutu, banyak manfaat yang diterima menjadi pemegang polis asuransi. Eddy juga menyarankan lebih cepat mengikuti asuransi akan lebih baik.
Terkait dengan Hari Asuransi 18 Oktober 2010, sekaligus untuk mengetahui lebih jauh bagaimana perkembangan dan manfaat asuransi,  Berikut petikannya:


Mengapa penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah?

Ini lantaran kesadaran berasuransi pada masa lalu masih sangat rendah. Namun sekarang sudah jauh membaik, meski masih perlu sosialisasi soal pentingnya mengikuti asuransi. Pemerintah juga perlu membantu mendorong pertumbuhan asuransi di Indonesia.

Mengapa banyak orang belum menganggap penting asuransi?

Kalau di kalangan masyarakat bawah yang masih kurang beruntung secara ekonomi, seluruh pendapatan keluarga masih difokuskan untuk membiayai kebutuhan pokok. Jadi, belum cukup untuk berasuransi. Padahal mereka kelompok masyarakat yang paling rawan bila tertimpa musibah.

Bagaimana di kalangan menengah ke atas?

Pada umumnya kelompok masyarakat menengah di Indonesia memang belum menempatkan asuransi pada prioritas tinggi. Mereka sering menunda dan memperkirakan semuanya akan baik-baik saja. Padahal musibah, bahaya kecelakaan dan penyakit kritis terus mengintai. Tanpa asuransi yang memadai, bisa-bisa keuangan keluarga berantakan akibat ada anggota keluarga terkena penyakit kritis dan kecelakaan berat. Uang yang sudah ditabung untuk membiayai kebutuhan keluarga juga tidak memadai. Apalagi orang tua sebagai pencari nafkah meninggal dunia di usia produktif.

Apakah mungkin masyarakat juga meragukan soal manfaat dan sulitnya klaim asuransi?

Sebenarnya, manfaat yang sudah dibayarkan industri asuransi sudah sangat besar kepada pemegang polis. Menurut data AAJI jumlah manfaat klaim dalam bentuk uang pertanggungan yang telah dibayarkan seluruh perusahaan asuransi jiwa nasional sampai kuartal ke I/2010 tercatat sejumlah Rp762,8 miliar. Bisa dibayangkan betapa besar manfaat uang ini bagi tertanggung dan ahli waris guna memenuhi kebutuhan mereka. Santunan meninggal dunia tentu sangat dibutuhkan oleh ahli waris.

Kenapa asuransi menjadi penting bagi seseorang?

Salah satu alasan penting mengapa seseorang perlu membeli polis asuransi jiwa adalah karena cintanya kepada pasangan hidup dan anak-anak.
Sebab, mereka ingin memastikan bahwa orang-orang yang mereka cintai terlindungi kebutuhan keuangannya bila suatu saat musibah menimpa dan tidak bisa mendampingi mereka lagi. Polis asuransi jiwa senantiasa memberikan proteksi keuangan kepada ahli waris. Intinya, polis asuransi jiwa menciptakan rasa tentram, terbebas dari rasa khawatir akan kepastian kemampuan keuangan di masa depan bila terjadi musibah.

Apa manfaat asuransi selain untuk proteksi? 
Lewat asuransi, masyarakat juga dapat memenuhi kebutuhan dana yang sudah direncanakan, seperti persiapan biaya pendidikan bagi anak-anak (education funding), dana pengganti penghasilan apabila kecelakaan menimpa orang tua pencari nafkah utama keluarga (income replacement), dana untuk hari tua (retirement funding), dana untuk perawatan kesehatan atau akibat kecelakaan (health insurance) dan termasuk kebutuhan dana untuk membayar sisa utang misalnya KPR atau kartu kredit.

Bagaimana upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar gemar berasuransi?

Tidak ada jalan pintas, sosialisasi pentingnya asuransi penting dilakukan. Masyarakat harus dibangun kesadarannya bahwa kebutuhan uang untuk masa depan keluarga harus direncanakan dari sekarang. Biaya pendidikan anak-anak, biaya hari tua dan lain lain perlu dirancang sejak ini. Ini kewajiban industri dan pemerintah. Upaya ini bisa dimulai dari kurikulum pendidikan dari sekolah, insurance goes to campus sampai kampanye asuransi melalui berbagai kegiatan dan media.

Kenapa masyarakat merasa berat untuk membayar premi asuransi?

Sebenarnya, membeli polis asuransi proteksi sama saja dengan menabung dalam jangka panjang. Ini memang membutuhkan disiplin dan pengorbanan atas kebutuhan masa kini untuk kepastian keuangan di masa depan. Karena itu, masyarakat juga perlu diberi insentif guna merangsang mereka mempersiapkan diri dan keluarga dengan polis asuransi secara mandiri tanpa bantuan pemerintah bila menghadapi masa-masa sulit seperti musibah, bencana dan risiko lain yang menimpa keluarga.

Seperti apa insentif yang perlu diberikan bagi masyarakat?

Salah satu bentuk insentif yang banyak digunakan negara lain adalah insentif pajak bagi masyarakat yang membeli produk asuransi jiwa berdurasi panjang. Dimana penghasilan masyarakat yang dibelikan dan ditabungkan dalam polis asuransi jiwa dibebaskan dari kewajiban untuk membayar pajak.

Pada saat usia berapa sebaiknya mulai ikut asuransi?

Prinsipnya asuransi jiwa sebaiknya dimiliki sejak dini. Ini karena semakin lanjut usia semakin besar pula premi yang harus dibayar untuk membayar manfaat asuransi yang sama.
Pada usia muda umumnya keadaan dan riwayat kesehatan masih prima sehingga dapat dipastikan permohonan asuransi jiwa akan disetujui oleh perusahaan asuransi jiwa. Idealnya anda bisa mulai memiliki polis asuransi sejak masa sekolah atau kuliah untuk asuransi kesehatan dan kecelakaan.
Hal ini dikarenakan pada usia tersebut terdapat risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan. Setelah berumah tangga perlu ditambah dengan asuransi kematian dan asuransi jiwa yang memiliki unsur tabungan. Pada saat penghasilan keluarga sudah lebih mapan maka diperlukan tambahan asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi.
• VIVAnews