Saatnya Berhijrah ke TAKAFUL, Asuransi Syariah yang Amanah, LEBIH Berpengalaman, dan Professional

CONTOH SOAL AASI



www.takafuljakarta.com1. Usaha memperoleh keinginan dengan sangat mudah tanpa harus bekerja keras
untuk mendapatkan keuntungan disebut
a. Riba
b. Gharar
c. Maisir
d. Bagi hasil

2. Apa saja larangan untuk Asuransi Syariah yaitu:

a.  Maisir, Riba, dan Gharar
b. Ujrah, Riba, dan Maisir
c. Gharar, Maisir, dan Tabarru’
d.  Riba, Tijarah, dan Gharar



3. Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang diisyaratkan terhadap yang
berhutang disebut :
a. Riba Fadhl
b. Riba Qardh
c. Riba Ba’til
d. Riba Ziyadah

4. Keadilan dan kesetaraan bahwasanya setiap orang harus memiliki dan tidak
berarti mereka harus sama sama miskin atau sama sama kaya, suatu instrumen
keadilan dan keseteraan didalam prinsip prinsip keuangan Syariah disebut
a. Zakat
b. Wakalah
c. Takaful
d. Gharar dan Maysir

5. Sesuatu yang dilarang oleh Allah dalam Alquran dan hadist yang berkorelasi
dengan prinsip keuangan Syariah disebut:
a. Al Najisa
b. Murtadha
c. Haram
d. Riba Ziyadah

6. Menjalankan suatu usaha tanpa pengetahuan yang jelas atau menjalankan
transaksi dengan resiko yang berlebihan  disebut:
a. Riba
b. Maysir
c. Gharar
d. Usr

7. Pemilik modal yang mempercayakan sejumlah dana kepada pihak lain, dalam
hal ini (pengusaha) untuk menjalankan suatu aktifitas atau usaha disebut:
a. Mudharib
b. Mudharabah
c. Musyarakah
d. Istiqosah

8. Shahib al mal atau Rab al mal artinya dalam Prinsip prinsip keuangan Syariah
disebut:
a. Pengusaha
b. Manajemen Islam
c. Pemilik modal
d. Kontrak bagi hasil

9. Akad kerjasama antara kedua belah pihak disebut:
a. Musyarakah
b. Mudharabah
c. Takaful Syariah
d. Semuanya benar

10. Harga tukar dalam terminologi prinsip prinsip keuangan syariah disebut:
a. Al-Tsaman
b. Al- Mahar
c. Ma’qud alaih
d. Al-mal

11. Kalimat transaksi yaitu :
a. Syah Mahar
b. Al-Tsaman
c. Al Kadar
d. Ijab dan Kabul

12. Ketidaktahuan kondisi barang pada saat transaksi disebut :
a. Jahalah fi al-‘aqd
b. Syafi’iyah
c. An yakun fi jinsin ma’lumin
d. Haram

13. Dalam Asuransi Syariah harus Bersih dari adanya praktek-praktek, KECUALI:
a. Gharar
b. Maysir
c. Riba
d. Jual Beli


14. Yang dilarang dalam transaksi syariah adalah :
a. Riba
b. Maysir
c. Gharar
d. Semua benar

15. Dasar Asuransi Syariah adalah :
a. Saling memikul resiko antara perusahaan dengan peserta
b. Saling tolong-menolong dan melindungi diantara peserta dengan
perusahaan
c. Saling tolong-menolong dan melindungi diantara peserta sehingga
antara satu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang
muncul
d. Saling menanggulangi resiko diantara pemegang polis


16. Syariah itu universal, artinya :
a. Syariah diturunkan untuk seluruh alam dengan tidak membedakan
agama/ keyakinan/suku/zaman
b. Syariah Islam mengatur segala aspek kehidupan
c. Syariah Islam dalam persoalan muamalah bukanlah ajaran yang kaku,
sempit, jumud
d. Semua benar


17. Memberikan informasi palsu mengenai manfaat yang dimiliki suatu produk tidak
diperbolehkan dalam transaksi syariah, karena termasuk
a. Maysir
b. Gharar
c. Riba
d. Suap

18. Riba dilarang dalam transaksi syariah, karena
a. Zhulmu (kezaliman/eksploitasi)
b. Tidak adil
c. Tidak mendorong produktivitas
d. Semua benar

19. Pada prinsipnya Asuransi Syari’ah dibenarkan dalam syaridengan Kaidah Dasar Muamalah, yakni:
a. Semua yang halal pada dasarnya boleh dilakukan
b. Semua yang baik boleh dipraktekkan sepanjang hal
c. Semua yang dilarang tidak dibolehkan kecuali ada
d. Semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkan

20. Filosofi pendirian asuransi syari’ah diantaranya adalah sbb, kecuali:
a. Perintah Allah untuk mempersiapkan hari depan (QS Al Hasyr 18 dan Yusuf 46-49)
b. Perintah Allah untuk saling bertanggung jawab dan melindungi dalam keadaan susah
c. Perintah Allah untuk menyampaikan kebenaran
d. Kaidah Fiqh tentang Muamalah
 

21. Asuransi Syari’ah Ditegakkan di Atas 3 (Tiga) Konsep Dasar yakni sbb, kecuali:
a. Saling bertanggung jawab
b. Saling mengingatkan
c. Saling melindungi
d. Saling bekerja sama dan tolong menolong

22. Perbedaan Mendasar Asuransi Syari’ah dengan Asuransi Konvensional antara lain dalam hal sbb, kecuali:
a. Konsep
b. Akad
c. Undang-undang yang mengatur
d. Visi & Misi

23. Usaha Saling Melindungi (Takafuli) dan Tolong Menolong (Ta’awuni) diantara Para Peserta Melalui Pembentukan Kumpulan Dana (Dana Investasi dan Dana Tabarru’) yang dikelola sesuai prinsip syari’ah untuk menghadapi resiko tertentu adalah definisi dari :
a. Akad
b. Asuransi Syari’ah
c. Taawuni
d. Muamalah

24.  Muamalah berasal dari kata amala-yu’amili mu’alamatan yang artinya
a. saling menolong
b. saling melindungi
c. saling beramal
d. saling menghormati

25. Pengertian fikih muamalah dalam arti sempit adalah
a. Aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara yang paling baik.
b. Ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan (keyakinan)
c. Seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.
d. Saling memikul risiko di antara sesama muslim sehingga antara satu sama lain menjadi penanggung atas risiko yang lainnya.

26. Berikut ini adalah jenis-jenis transaksi muamalah kecuali
a. jual beli
b. sewa menyewa
c. bercocok tanam
d. tolong menolong

27. Yang termasuk ke dalam ruang lingkup muamalah adalah
a. Muamalah Adabiyah
b. Muamalah Madiyah
c. A dan B benar
d. A dan B salah

28. Ketentuan Haram meliputi hal-hal berikut ini, kecuali
a. Tadlis
b. Haram karena zatnya
c. Riba
d. Ta’min

29. Ayat Al Qur’an yang menunjukkan tentang Haram adalah sebagai berikut:
a. Al Baqarah ayat 173
b. Al Maidah ayat 90
c. A dan B benar
d. A dan B salah

30. Pengertian Gharar adalah sebagai berikut:
a. Ketidakpastian dalam suatu akad, baik mengenai kualitas atau kuantitas objek akad maupun mengenai penyerahannya. Tidak diperbolehkan mentransaksikan barang yang belum jelas kualitasnya.
b. Tindakan menyembunyikan kecacatan objek akad yang dilakukan oleh penjual untuk mengelabui pembeli seolah-olah objek akad tidak cacat, yaitu mencampur barang yang berkualitas bagus dengan yang jelek.
c. Upaya untuk mempengaruhi orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan yang mengandung kebohongan, agar terdorong melakukan transaksi
d. Tambahan yang diberikan dalam pertukaran barang-barang ribawi dan tambahan yang diberikan atas pokok hutang dengan imbalan penangguhan pembayaran secara mutlak

31. Berikut ini adalah praktik-praktik kegiatan Riba, kecuali:
a. Tukar-menukar beras dengan beras disertai dengan tambahan
b. Mengenakan bunga pada peminjam yang tidak bisa membayar pinjamannya pada waktu yang telah ditentukan.
c. Menolong orang dengan meminjamkan uang, namun pada saat menagih meminta tambahan
d. Meminjamkan emas 3 gram dan ketika dikembalikan oleh peminjam tetap sejumlah 3 gram

32. Berikut ini adalah jenis-jenis kegiatan yang diharamkan, kecuali:
a. Takaful, Ta’min, Ta’awun
b. Ikhtikar, Maysir, Risywah
c. Tadlis, Gharar, Riba
d. Taghrir, Bay Najasy, Maysir

33. Pak Abang seorang agen Asuransi menjanjikan pada Ibu Dina akan membayarkan premi pertama dengan tujuan agar Ibu Dina memiliki polis Asuransi syariah PT ABC Insurance. Hal ini menunjukkan adanya praktik
a. Bay najasy
b. Risywah
c. Ikhtikar
d. Maysir

34. Berikut ini adalah ayat-ayat Al Qur’an yang membahas tentang riba, kecuali
a. Al Baqarah ayat 275
b. Al Baqarah ayat 278
c. Al Baqarah ayat 279
d. Al Baqarah ayat 280

35. Asuransi Syariah pengertiannya adalah
a. Ekonomi yang berbasis syariah
b. Asuransi mengacu ke Islam
c. Ekonomi mengacu ke Arab
d. Asuransi Suriah

36. Syariah berlaku untuk
a. Pemeluk Agama Islam
b. Orang yang tinggal di Negara Islam
c. Orang yang sudah pernah naik Haji
d. Berlaku untuk semua orang atau Universal

37. Prinsip dasar yang digunakan dalam asuransi syariah adalah Prinsip titipan atau simpananan, yang dikenal dengan istilah:
a. Al-iman
b. Al-wadi’ah
c. Al-imran
d. Al-islam

38. Akad kerja sama usaha antara dua pihak, di mana pihak pertama menyediakan seluruh (100 persen) modal, sedangkan pihak lain menjadi pengelola.
Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak dengan cara profit sharing, sedangkan apabila rugi, ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian di pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalian si pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Prinsip bagi hasil ini disebut sebagai:
a. Qardh
b. Wakalah bil Ujrah
c. Al-Mudharabah
d. Tabarru

39. Dalam sistem ini terjadi kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Para pihak yang bekerja sama memberikan kontribusi modal.
Keuntungan ataupun risiko usaha tersebut akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Hal ini dikenal sebagai :
a. Akad
b. Dana Tabarru
c. Al-Mudharabah
d. Al-Musyarakah

40. Perbedaan mendasar asuransi Syariah dan Konvensional adalah:
a. Akad, Tingkat Imbalan yang diberikan dan Sasaran kredit/pembiayaan
b. Akad, Tingkat Imbalan yang diberikan dan Peserta
c. Akad, Tingkat Resiko dan Peserta
d. Akad, Perusahaan Asuransi dan Tingkat Resiko

41. Di Asuransi Syariah, penyaluran dan simpanan dari masyarakat dibatasi oleh
prinsip dasar, yaitu
a. Prinsip Tolong Menolong
b. Prinsip Syariah
c. Prinsip Islami
d. Prinsip Arab

Rusni Rekimah, AAJI no 11212739, AAUI no 69820311
email : rusnitakaful@yahoo.com
0813 1525 6839 / 0857 823 40499