TAKAFUL KELUARGA = Solusi Asuransi Jiwa Syariah Untuk Semua, INSPIRING LIFE

Uang Kecil Beli Uang Besar

“Uang kecil beli uang besar,
Itulah Asuransi.
Jika kamu tidak paksa diri bayar uang kecil, 
maka kamu akan dipaksa bayar uang besar.
Simpel”
Tentu Anda, agen asuransi, hapal betul ini perkataan siapa. Pertama kali saya melihat foto dengan gambar seorang motivator yang memiliki caption tulisan di atas, (Uang Kecil Beli Uang Besar) saya tersenyum-senyum sambil berpikiran, “Pasti ini jadi angin segar buat para agen asuransi.” Memang benar, gambar tersebut dengan berbagai versi menjadi viral.

Sepanjang pengalaman saya menulis dan membaginya secara online, ada tulisan-tulisan yang laris dikunjungi dan disebarkan dan ada juga tulisan-tulisan yang sepi pengunjung. Saya amati bahwa ketika tulisan tersebut berisi testimoni positif, promosi pentingnya asuransi, dan sejenisnya, hampir dipastikan tulisan tersebut akan ramai pengunjung tetapi ketika tulisan saya berbicara tentang ilmu (asuransi khususnya syariah) dan nasihat-nasihat untuk para agen (khususnya agen syariah) sering kali jenis tulisan ini minim pengunjung.

Yang mengherankan, foto dengan motivator beserta caption nya itu juga disebarkan oleh agen-agen asuransi syariah. Apakah mereka tidak tahu bahwa dalam syariah hukum tukar menukar uang itu harus dalam jumlah yang sama dan diserah terimakan dalam waktu transaksi. Kedua belah pihak sama-sama menyerahkan diwaktu yang sama.

Ini menunjukkan bahwa agen asuransi jiwa di Indonesia masih banyak yang membeo dan membebek. Apa-apa saja yang kawannya sebar, maka ia akan ikut menyebarkannya padahal ia tidak tahu bahwa itu tidak benar. Ini juga mengungkapkan bahwa sebagian agen asuransi jiwa kurang giat untuk memelajari apa yang dibawanya dan kurang giat belajar. Bahkan lebih parah lagi mengenai adab/etika dalam berbisnis, pernah saya jumpai foto dua buah lutut yang terluka yang lukanya masih basah dan di atas paha salah satu kakinya ada kartu asuransi kesehatan untuk kemudian diberitahukan kepada khalayak bahwa ia beruntung memiliki asuransi.

Ya Kami setuju, itulah keuntungan memiliki asuransi, tetapi menunjukkan luka yang masih basah kepada banyak orang bukanlah hal yang etis.

Ada lagi ketika seorang agen baru saja keluar dari perawatan rumah sakit dan agen tersebut memberikan testimoni bahwa memiliki asuransi kesehatan memberinya kemudahan. Ia posting foto-foto nya saat perawatan dengan caption berita testimoni tersebut.
Apakah yang saya amati? Sampai waktu terakhir pengamatan, kawan-kawannya yang berkomentar tidak menanyakan bagaimana kondisinya saat ini apakah sudah lebih baik dan pulih seperti semula, dan memberi nasihat agar menjaga kesehatan dan sejenisnya, tetapi mereka malah meminta ijin agar ia diperbolehkan membagi gambar-gambar tersebut. Anda pasti tahukan untuk apa? Iya, untuk kepentingan penjualannya.

Ayo lah wahai agen asuransi, Anda ini kan ketika di depan nasabah mengaku orang yang menolong, orang yang peka dalam melayani, orang yang memiliki empati tinggi, tetapi perilaku Anda tidak mencerminkan itu pada kawan-kawan Anda. Anda memerhatikannya kecuali ada yang menjadi kepentingan Anda. Mohon maaf jika saya dikira bicara keras, tetapi memang demikian yang terlihat.
Ini mengapa para ikhwan dan akhwat tidak tertarik dengan konsep asuransi yang kita bawa, karena terlihat bahwa kita mementingkan kepentingan kita dalam menjelaskan bukan kepentingan dakwah.
Baik, kembali lagi ke persoalan riba, tukar menukar uang yang jenisnya sama harus dilakukan dalam jumlah yang sama dan jika tidak maka itu disebut riba fadl dan jika ditukar dalam waktu yang berbeda maka ini disebut riba nasi’ah. Silakan pelajari kembali tulisan kami RIBA (bagian 1).

Dan motivator diatas menyebut bahwa ini adalah asuransi. Dengan demikian sudah bisa dipastikan bahwa bagi Muslim, asuransi konvensional yang menggunakan skema jual beli ini adalah HARAM.
Lalu apakah ada solusi bagi seorang muslim yang membutuhkan asuransi tetapi yang tidak bertentangan dengan aqidahnya?

Ada, ASURANSI SYARIAH. Silakan hubungi agen asuransi jiwa syariah terdekat dan tanyakan mengenai asuransi syariah. Atau hubungi saya untuk berkonsultasi adatu mendapatkan pelatihan tentang asuransi jiwa syariah.

copas dari andrie.setiawan@assalamconsultant.com